Di jaman apa-apa serba bisa kredit online, kalo nggak pintar-pintar ngatur pengeluaran dan gaya hidup, pastinya bisa kelabakan. Iya, nasihat ini berlaku juga untuk saya sendiri sebagai milenial yang hidup di era modern kayak sekarang. Bayangin aja, mulai dari pesen makan, bayar belanjaan, beli gadget, sampe naik ojek atau taksi, sekarang semua bisa kredit online alias paylater.

Kalo mau lebih banyak bisa saving dibanding spending, otomatis gaya hidup harus direm. Hidup minimalis dan sederhana bisa menjadi kunci. Less is more: kita sebaiknya mengeluarkan uang lebih sedikit dibanding yang kita hasilkan. Sesuai kata pepatah: jangan sampai besar pasak daripada tiang karena bisa jadi porak poranda.

Mungkin akan berat di awal, tapi demi kondisi finansial yang lebih baik, mau nggak mau harus dilakukan. Hidup minimalis bukan berarti pelit, lho. Namun, kamu perlu melakukan berbagai strategi agar uang yang dikeluarkan bisa lebih efektif dan efisien. Contohnya adalah lima hal berikut:

Belanja bahan makanan secukupnya dan lakukan meal preparation

Kalo baru gajian dan belanja bulanan, mungkin kita lebih sering kalap. Semua bahan makanan dirasa menggiurkan dan perlu dibeli dengan dalih “supaya cukup 1 bulan”. Padahal, ini justru berpotensi pemborosan dan menjadi sampah makanan. Apalagi kalo bahan-bahan yang dibeli adalah bahan segar, pastinya nggak bisa disimpan terlalu lama dalam kulkas.

Untuk itulah, kita bisa mengevaluasi ulang daftar belanjaan bulanan yang kita buat. Apakah relevan kalo dilakukan 1 bulan langsung? Atau justru lebih baik dibuat per minggu dengan membagi bujet belanjanya secara rata?

Selain mengevaluasi ulang, kita juga bisa mempertimbangkan metode meal preparation untuk menghemat bahan makanan, meminimalisir sampah makanan, dan biaya masak (gas, air, minyak), dll. Misalnya, membeli bahan makanan segar yang bisa diolah menjadi beberapa menu dan cukup untuk makan 1 minggu. Kemudian, luangkan 1-2 hari seperti di akhir pekan untuk mengolah semua bahan makanan tersebut menjadi makanan siap santap yang disimpan dalam kulkas. Jadi, pas mau makan, tinggal dihangatkan di kompor atau microwave. Hemat waktu, uang, dan tenaga.

Kurangi beli barang diskonan, utamakan ketahanan dan kegunaan

Sadar nggak sih kalo banyaknya diskon yang kita kejar akan sebanding dengan menumpuknya barang-barang yang kita punya di rumah? Nggak jarang, diskon juga bukannya membuat kita berhemat tapi malah sebaliknya. Sebab, sudah jadi rahasia umum kalo banyak metode diskon yang mengharuskan atau mendorong konsumen untuk secara tidak sadar membeli dalam jumlah lebih banyak untuk mendapatkan potongan lebih besar.

Kalo mau tagihan nggak banyak dan rumah tetap lowong, kebiasaan yang satu ini perlu pelan-pelan dikurangi. Sebagai gantinya, kita bisa mengutamakan membeli barang yang kualitasnya lebih baik. Biasanya, otomatis harga akan lebih tinggi namun jangka waktu penggunaannya lebih tahan lama. Bukan berarti barang diskonan tidak ada yang berkualitas. Kuncinya di sini adalah bisa memilah kapan harus beli barang yang benar-benar dibutuhkan dan kapan harus mengerem pembelian dan tergoda diskon.

Bersihkan barang-barang setelah digunakan dan simpan di tempatnya

Pakaian, alat elektronik, gadget, adalah tiga jenis barang yang punya jangka waktu ketahanan. Makin abai kita merawatnya, maka akan makin pendek umurnya. Otomatis, akan makin cepat juga kita keluar uang untuk menggantinya dengan yang baru.

Oleh karena itu, mulai sekarang, kita bisa lebih telaten dalam menggunakan setiap barang di badan maupun di rumah. Contoh, kalo habis pakai sepatu dan kena hujan, segera lap dan keringkan supaya kulit atau bahannya tidak mudah rusak. Sehabis menggunakan charger laptop atau HP, segera cabut kalo sudah penuh supaya nggak rusak, dan masih banyak lagi.

Gunakan layanan kredit hanya untuk kebutuhan mendesak & praktis

Adanya layanan kredit online bisa mempermudah transaksi memang benar. Tapi, juga sekaligus mendorong banyak orang untuk lebih konsumtif: membeli barang yang diinginkan padahal sebenarnya nggak butuh.

Contoh: di jaman sekarang, mau kredit online HP, TV, kulkas, sampai baju baru di e-commerce kayak Tokopedia, Lazada, atau Bukalapak, udah nggak perlu kartu kredit. Cukup andalkan aplikasi kredit online berbunga rendah kayak Kredivo, dalam beberapa jam, kita udah punya layanan kredit dan mendapat barang yang kita inginkan. Limitnya bisa s.d Rp 30 juta, bunganya cuma 2,6% per bulan, tenornya maksimal s.d 12 bulan, nggak ada uang muka pula. Siapa sih yang nggak tergiur?

Tapi, kalo penggunaannya untuk melancarkan keinginan dan aktivitas konsumtif terus menerus, kredit online bisa berbahaya untuk kestabilan keuangan. Sebaliknya, kalo digunakan untuk “berjaga-jaga” seperti: butuh HP baru buat sekolah online anak, maka bisa kredit dulu kalo nggak ada uang lebih untuk beli tunai. Atau token dan paket internet habis malam-malam, kredit online kayak Kredivo bisa sangat membantu. Ada opsi transaksi bayar dalam 30 hari tanpa bunga juga untuk transaksi kecil-kecil di bawah Rp 1 juta. Menarik, kan?

Gunakan peralatan hemat energi agar menghemat listrik di rumah

Listrik adalah tagihan wajib semua orang, baik yang pascabayar maupun prabayar. Menghemat pemakaian alat-alat elektronik di rumah tentunya perlu dilakukan agar tagihan nggak bengkak. Tapi, lebih dari itu, kita juga bisa menggunakan beberapa alat di rumah yang hemat energi. Salah satu contohnya: lampu LED. Bisa juga mengevaluasi ulang beberapa peralatan yang tidak perlu seperti jumlah AC di rumah bisa dikurangi, penggunaan microwave dan vacuum cleaner, dan yang lainnya.