alamatbank.net – Prospek Moody’s 2021 untuk sistem perbankan Indonesia stabil. Lembaga pemeringkat percaya bahwa bank-bank di Indonesia akan melihat peningkatan profitabilitas tahun ini, karena biaya kredit, atau ketentuan kerugian pinjaman sebagai bagian dari pinjaman bruto, akan menurun. Moody’s juga memperkirakan bahwa bank-bank APAC akan mempertahankan pendanaan dan likuiditas yang kuat dan stabil pada tahun 2021, menyusul perbaikan tahun lalu dalam kondisi pendanaan yang diuntungkan dari kebijakan moneter yang lebih lunak di wilayah tersebut.

Bagi siapa pun yang mempertimbangkan karir perbankan di Indonesia, daftar bank-bank top di Indonesia ini adalah panduan yang bermanfaat tentang di mana harus memulai. Untuk mempelajari lebih lanjut, lihat daftar lembaga keuangan kami.

Bank-bank top di Indonesia:

Bank Mandiri
Didirikan pada tahun 1998, Bank Mandiri berada di tiga besar bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposito. Bank menawarkan berbagai produk dan layanan keuangan kepada individu dan klien perusahaan. Ini mengelola 2.714 cabang, 13.217 ATM, dan 2.312 jaringan mikro.

Berkantor pusat di Jakarta, bank ini mempekerjakan sekitar 38.000 karyawan dan mengawasi enam anak perusahaan utama: Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, Mandiri Tunas Finance, AXA Mandiri Financial Services, Bank Sinar Harapan Bali, dan Mandiri AXA General Insurance.

Laba bersih: Rp 15,1 triliun (3/2021)

Total aset: Rp 1.584,1 triliun (3/2021)

Total aset: Rp 1.511,8 triliun (2020)

Bank Rakyat (BRI)
Didirikan pada tahun 1895, Bank Rakyat mengkhususkan diri dalam pinjaman skala kecil dan keuangan mikro. Berbasis di Jakarta, bank ini mempekerjakan sekitar 67.000 staf dan juga melayani pasar Asia dan AS.

Bank Rakyat menawarkan layanan perbankan syariah melalui anak usahanya, PT Bank BRISyariah. Anak perusahaan bank lainnya termasuk PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk dan BRI Remittance Co Ltd, yang menyediakan layanan pengiriman uang.

Laba bersih: Rp 18,7 triliun (2020)

Total aset: Rp 1.511,8 triliun (2020)

Bank Central Asia
Bank of Central Asia menawarkan produk dan layanan perbankan kepada klien ritel dan korporasi, termasuk UKM. Didirikan pada tahun 1955, bank ini mengoperasikan 139 cabang utama, 874 sub-cabang, dan 17.623 ATM. Berkantor pusat di Jakarta, ia mempekerjakan staf sekitar 26.000.

Laba bersih: Rp 27,6 triliun (3/2021)

Total aset: Rp 1.090,4 triliun (3/2021)

Bank Negara
Didirikan pada tahun 1946, Bank Negara adalah salah satu bank milik negara di Indonesia. Ini menyediakan produk dan layanan perbankan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di New York, Eropa, dan seluruh Asia. Ini mengelola 201 cabang domestik, 1.093 sub-cabang, dan 925 outlet lainnya, dan lima cabang luar negeri di Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, dan Seoul. Dengan sekitar 26.000 karyawan, bank ini berbasis di Jakarta.

Laba bersih: Rp 1,42 triliun (3/2021)

Total aset: Rp 862,4 triliun (3/2021)