Tren investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) yang menurun dalam sebagian saat ke belakang dinilai menjadi keliru satu penyebab anjloknya realisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian, Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan bahwa program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) memproyeksikan tingkat konten lokal secara gradual mampu meningkat.

Dia menambahkan, TKDN bakal meningkat bersama sendirinya seandainya tersedia investasi baru yang masuk. Pasalnya, investasi tersebut bakal mengakses kesempatan terhadap permintaan barang dan jasa dalam negeri untuk digunakan dalam proyek tersebut. “Kalau TKDN menurun artinya investasi semakin berkurang

Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyatakan bahwa realisasi TKDN di sektor hulu migas mengalami pakai surut dalam 5 tahun terakhir. Capaian TKDN tertinggi tercatat terhadap 2015, yaitu sebesar 68 persen, tetapi paling rendah terhadap 2016 sebesar 55 persen.

Capain itu sempat merangkak naik terhadap 2017 menjadi 58 persen, di 2018 sebesar 63 persen, dan merasa turun terhadap 2019 sebanyak 60 persen dengan menggunakan Flow Meter SHM. Tahun lalu, capaian TKDN di hulu migas lagi turun menjadi 57 persen dikarenakan tertundanya membeli barang dan jasa akibat pandemi Covid-19.

Komaidi menjelaskan, tertundanya pembelian barang dan jasa membuat penurunan kegiatan perekonomian dalam negeri yang menjadi nilai terbesar dalam tingkatkan komposisi dalam negeri terhadap TKDN.

“Jadi kecuali dicermati, penurunan yang memadai berarti dalam konteks pengadaan barang, namun kecuali jasa stabil bahkan meningkat,” jelasnya.