Belum lama ini jagad internet dibikin ramai oleh Marie Kondo, penulis sekaligus konsultan beres-beres asal Jepang yang kondang bersama metode KonMari-nya. Teknik ini diterapkan bersama cara menyingkirkan barang-barang yang tidak sparks joy (tak berikan kebahagiaan), supaya tempat tinggal menjadi lebih rapi.

Sadar atau tidak, apa yang diterapkan Marie sebetulnya telah menjadi budaya turun-temurun di Negeri Matahari Terbit. Orang Jepang kondang amat minimalis, tak ribet, dan pintar memanajemen segala sesuatu. Nah, tahukah kamu? Gaya hidup simpel layaknya ini ternyata justru kunci kebahagiaan mereka cocok sekali buat kalian yang sedang kerja di Jepang.

Jepang dan Less is More
Prinsip yang dijunjung tinggi penduduk Jepang adalah less is more. Bagi mereka, pola hidup simpel justru lebih sanggup mendatangkan ketenteraman. Gaya hidup anti-konsumerisme ini sendiri terinspirasi oleh filosofi zen, yakni pesan-pesan Buddha yang mengajarkan pentingnya simplicity (kesederhanaan) demi hidup yang lebih bahagia.

Lantas, bagaimana orang-orang Jepang menerapkan style hidup minimalis di dalam kesehariannya?

Tempat Tidur yang Simpel
Jika diamati, mayoritas tempat tinggal di Jepang punya style yang simpel. Selain desain arsitekturnya yang condong itu-itu saja, kesederhanaan ini juga diterapkan kala memilih tempat tidur.
Di kala banyak orang berlomba-lomba membeli kasur yang empuk, orang Jepang justru memilih tidur di alas tidur tradisional khas Jepang bernama futon. Selain harganya murah, benda berikut juga simpel sebab enteng dilipat dan disimpan di lemari.

Kakeibo: Seni Hidup Hemat
Gaya hidup minimalis ala Jepang juga dipraktikkan kala mengelola keuangan. Untuk yang satu ini, orang Jepang punya jurnal anggaran tertentu bernama kakeibo yang dibagi menjadi 4 kelompok: survival, optional, culture, dan extra.

Nantinya, tiap tiap kebutuhan dapat dimasukkan menurut sifatnya—dari yang amat penting sampai yang hanya sebagai pelengkap. Orang Jepang menganggap cara ini amat efisien untuk menghimpit pengeluaran dari membeli barang-barang yang tak diperlukan.

Perabot Sesedikit Mungkin
Selain tempat tidur yang ala kadarnya, rumah-rumah di Jepang juga biasanya punya perabot yang sedikit. Di dapur misalnya, satu orang biasanya hanya mempunyai satu sendok, satu piring, satu mangkuk, dan satu gelas.

Hidup Sederhana dan Bahagia. Apa Kaitannya?
Gaya hidup orang Jepang yang minimalis terbukti amat efisien sebab mereka tak wajib menggunakan banyak kala untuk bersih-bersih. Jadi, kekuatan dan anggapan yang mereka punya hanya difokuskan untuk suatu hal yang sifatnya betul-betul produktif. Ya, cara ini secara tak langsung dapat memicu anggapan tenang dan bebas stres. Makin simpel style hidup, semakin senang pula mereka.