Sumber : www.wartajakarta.co.id

Pandemi yang telah jalan lebih dari satu tahun ini memaksakan kita batasi aktivitas di dalam rumah. Tetapi di lain sisi, wabah malah mengajari kita langkah untuk menantang kebatasan dan jadi lebih adaptive.

 

Hal ini kelihatan pada beberapa usaha UMKM yang sukses beradaptasi di tengah-tengah kesusahan. Sekarang beberapa pemilik UMKM sebagai inovatif dan terus bereksperimen. Misalkan yang awalannya harus berbisnis secara konservatif, sekarang dapat menyesuaikan dengan mekanisme transaksi bisnis online. Bahkan juga banyak usaha yang justru semakin untung karena peralihan mekanisme online ini.

 

Untuk dapat jadi pelaku bisnis yang adaptive dalam beragam keadaan, kamu harus terus belajar dan meningkatkan kekuatan diri. Supaya bila tiba rintangan yang tidak tersangka seperti wabah ini, kamu bisa membuat usahamu bertahan secara baik.

 

Nah untuk kamu nih yang ingin mengawali punyai usaha skala kecil atau yang mengurus UMKM harus ketahui beberapa cara untuk meningkatkan usaha supaya bisa bertahan di dalam tengah kritis karena wabah ini. Apa sich triknya?

 

  1. Kenali dan tetapkan sasaran pasar secara tepat

 

Sebagai pelaku bisnis, walau masih kecil kamu harus mempunyai barisan sasaran atau target customer yang akurat. Disamping itu kamu harus juga pahami skema sikap calon customer dengan lakukan penelitian.

 

Contohnya bila yang kamu jual ialah produk mode jilbab untuk anak muda, kamu harus memahami fragmen yang mana umumnya beli barang itu. Apa orang dewasa dengan bentang umur 40 tahun ke atas, atau wanita umur 15 sampai 35 tahun. Tipe kelamin, usia, pengajaran, dan tugas menjadi referensi kamu dalam tentukan fragmen pasar. Bila kamu masih bimbang, kerjakan penelitian dengan lakukan polling di sosial media atau survey skala kecil.

 

  1. Bikin produk yang diperlukan khalayak luas

 

Setelah kamu mengenali dan tentukan sasaran pasar kamu, waktunya kamu menilai produk yang kamu jual. Apa produk kamu diperlukan oleh customer atau mungkin tidak. Bila jawabnya tidak, karena itu kamu harus mengupdate produk kamu sama yang sesuai keperluan mereka.

 

Misalnya pada bulan Ramadan ini, orang condong akan belanja kepentingan puasa dan lebaran. Umumnya mereka akan beli makanan, hamper atau parsel, sampai baju untuk beribadah. Jika kamu cermat menyaksikan keperluan mereka sebagai kesempatan, karena itu kamu bisa tentukan produk yang mereka perlukan.

 

  1. Keeping up with the trend

 

Dengan kondisi wabah yang sekarang ini kita rasakan, banyak usaha dituntut untuk berbeda dan menyesuaikan supaya bisa bertahan. Karena saat semua customer memercayakan tehnologi untuk penuhi keperluan, karena itu usaha dan usaha wajib melakukan hal sama . Maka jika kamu masih memakai mekanisme usaha konservatif, coba yok untuk migrasi ke basis online, seperti e-commerce misalkan. Atau yang sukai lakukan promo off-line, juga bisa coba ke-2 nya, baik off-line dan online. Janganlah lupa untuk bekerja bersama dengan service pesan antara dan buka kerjasama dengan beragam faksi.

 

  1. Berikan pelayanan untuk konsumen setia, agar setia!

 

Paling penting saat memulai usaha atau usaha ialah lakukan apa yang terbaik buat konsumen setia, jadi tidak hanya konsentrasi masalah kebutuhan usaha saja. Misalkan dengan membuat contact service konsumen setia. Agar bila customer kamu punyai kesusahan atau keluh kesah mereka tidak pusing mencarinya langkah untuk mengontak kamu. Service ini juga bisa jadi taktik untuk cari info apa yang perlu di-improve dari usaha kamu sesuai anjuran customer. Ini dapat memberi kepuasan ke konsumen setia, lo!

 

  1. Rajin turut webinar agar pengetahuan masalah usaha selalu terbaru

 

Terakhir dan yang tidak kalah penting nih, sebagai pelaku bisnis kamu selalu harus meng-upgrade pengetahuan di beberapa sektor supaya usaha kamu semakin meningkat. Misalkan dengan ikut-ikutan beragam seminar virtual khususnya yang terkait dengan peningkatan usaha UMKM.

 

Buat kamu yang berminat untuk ikut-ikutan, tenang acara ini gratis dan tidak diambil ongkos. Justru kamu akan mempunyai peluang untuk dapetin e-voucher dari PLN. Cukup ‘kan dapat irit ongkos listrik bulan kedepan.

 

Kamu dapat gabung seminar-online ini dengan lakukan register di sini. Janganlah lupa mengajak semua rekan kamu yang berminat untuk meningkatkan bisnis UMKM ya!