Bawang merah, atau Allium Cepa L termasuk jenis sayuran. Hasil pertanian ini merupakan peluang bisnis bidang agrikultur yang menarik. Bahkan, jika kamu bisa mengelola lahan secara efektif, kamu bisa mendapatkan hasil panen puluhan ton dari lahan seluas satu hektar saja,

Jika kamu tertarik untuk menjadi petani bawang merah, kamu wajib menyimak penjelasan bagaimana cara menanam bawang merah di bawah ini menurut agrarindo.com . Atau, misalkan kamu ingin gambaran lebih jelas, kamu bisa melihat berbagai video tutorial yang banyak tersedia di YouTube.

Menyiapkan Benih

 

Benih untuk tanaman bawah merah ada beraneka ragam, ada yang dari lokal, ada pula produk impor. Wujud bibitnya juga ada beberapa macam. Ada bibit bawang merah dengan biji, ada pula bibit yang berasal dari umbi.

Bibit bawang merah dari biji kurang diminati dibanding bibit dari umbi. Bibit berupa umbi ini biasanya didapat dari tanaman bawang merah yang dipanen pada usia tua, sekitar 80 hari, di dataran rendah atau yang dipanen pada usia 100 hari untuk tanaman dari dataran tinggi.

Ukuran bibit yang bagus adalah sekitar 1,5-2 cm. Bibit juga tidak boleh memiliki cacat dan warnanya harus merah tua mengkilap. Biasanya, bibit disimpan terlebih dahulu selama kurang lebih 2-3 bulan sebelum ditanam. Kebutuhan benih akan tergantung varietas yang dipilih.

Pengolahan Tanah

 

Tahapan cara menanam bawah merah berikutnya adalah mengolah tanah. Tanah untuk menanam perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Caranya, dengan membuat bedeng, atau dibentuk gundukan-gundukan tanah dengan lebar 1-1,2 meter.

Jarak antar bedeng ini juga harus diatur. Jaraknya minimal 50 meter. Lalu, kamu tinggal mengatur jarak tanam yang baik. Jarak tanam antara varietas satu dan lainnya akan berbeda.

Untuk umbi dengan berat rata-rata 5 gram, kamu perlu membuat jarak tanam 20×20. Jadi, untuk setiap 1 hektar lahan, kamu akan membutuhkan sekitar 1,4 ton benih. Kamu boleh juga mengatur jarak tanam menjadi 15×15. Jika demikian, kamu akan membutuhkan 2,4 ton benih.

Kalau benih yang kamu miliki memiliki berat yang lebih ringan, kamu dapat mempersempit jarak tanam dengan perbandingan yang sesuai.

Pemberian Pupuk Dasar

 

Sebelum mulai menanam, kamu harus memberi pupuk pada tanah terlebih dahulu. Peletakan pupuk yang paling benar adalah di samping lubang tanam. Jika tanah diberi kapur, taburkan saja pupuk di atasnya.

Pupuk alami yang dapat digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos (dari olahan sampah organik).

Taburkan pupuk secara merata. Pupuk alami ini akan membantu menguraikan zat gizi dalam tanah agar nantinya lebih mudah diserap tanaman.

Selain pupuk alam, kamu juga bisa menambahkan pupuk kimia, yang berupa kombinasi antara nitrogen, sulfur, phospat, dan kcl. Zat ini dapat ditemukan di pupuk ZA, SP 36, dan KCL yang juga dapat dibeli di berbagai toko peralatan pertanian.