Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat sejak 2015 sampai 2021 penggunaan kelapa sawit sebagai bahan campuran biodiesel berhasil mengurangi emisi gas tempat tinggal kaca dan menghemat devisa dari berkurangnya impor solar dengan pengukuran Flow Meter Digital.

Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman, mengatakan pihaknya sudah menyalurkan volume biodiesel sebesar 33,07 juta KL bersama penghematan devisa sebesar Rp209,62 triliun dan juga pengurangan emisi gas tempat tinggal kaca lebih kurang 49,45 juta ton CO2e.

“Dengan tren peningkatan harga minyak dunia dan ekspektasi normalisasi harga CPO, maka diinginkan selisih harga biodiesel dan solar di 2022 lebih baik

Ia termasuk mengklaim bahwa kelapa sawit sebagai keliru satu komoditas perkebunan miliki peran perlu dalam perekonomian di Indonesia, keliru satunya sebagai sumber devisa negara non migas, penyedia lapangan kerja, dan juga menjadi bahan baku beraneka industri pengolahan di Indonesia.

Dalam mendukung industri pengolahan di Indonesia, kelapa sawit menjadi tumbuhan industri penghasil minyak masak, minyak industri, margarin, lilin, sabun, industri kosmetik, industri farmasi sampai menjadi bahan bakar biodiesel.

Bahkan sisa pengolahan kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi kompos, campuran bahan pakan ternak, biogas dan lain sebagainya.