Mengenal Fase Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Cara Penanganannya

Semua orang tentunya ingin selalu memiliki tubuh yang sehat baik secara jasmaniah mau pun rohaniah. Pola hidup sangat mempengaruhi kesehatan tubuh, sehingga tak jarang banyak orang yang terkena penyakit karena memiliki pola hidup yang tidak sehat. Diantara penyakit yang diderita memang bisa disebabkan akrena diri sendiri tetapi ada pula penyakit yang disebabkan karena faktor lingkungan seperti DBD misalnya. Kalian tentu sudah mengetahui penyakit demam berdarah dangue atau DBD bukan? Nah kali ini kami akan mengulasnya lebih dalam seputar fakta menarik tentang DBD. Bagi kalian yang penasaran, simak ulasannya sebagai berikut.

1. Gejala

Tentunya hampir setiap orang yang terkena penyakit pasti memiliki gejalanya masing-masing. Namun perlu kamu ketahui bahwa seseorang yang mengidap penyakit demam berdarah hampir tidak menunjukkan gejala apapun. Hal inilah yang membuat demam berdarah sangat ditakuti oleh seluruh orang di dunia. Tetapi 4-10 hari setelah seseorang digigit, maka ia akan mengalami demam hingga mencapai suhu 40 derajat Cesius. Demam tersebut disertai dengan beberapa masalah seperti sakit kepala, nyeri sendi, dan area belakang mata. Dilain sisi DBD juga memiliki gejala yang cukup khas yaitu pada bagian kulit seseorang yang terkena DBD akan mengalami ruam kulit yang disebabkan karena pendarahan.

2. Demam yang sulit dibedakan

Fakta selanjutnya tentang demam berdarah yaitu demam yang sulit dibedakan. Salah satu gejala yang paling mencolok bahwa seseorang terkena DBD adalah demam, tetapi hal itu tidak bisa menjadi pegangan sebab, demam tersebut sulit sekali dibedakan dengan demam biasanya. Orang-orang kerap kali dibuat kebingungan apakah demam biasa atau terkena demam berdarah dangue. Yang lebih parahnya lagi ketika seseorang terkena DBD ketika musim hujan, orang-orang lantas mengiranya hanya terkena demam biasa padahal bisa jadi ia sedang terkena demam berdarah. Maka dari itu kamu harus memeriksakan diri ke dokter jika demam yang kamu alami tak kunjung sembuh.

3. Fase keritis

Kamu tentunya sudah mengetahui bahwa seseorang yang menderita penyakit demam berdarah akan mengalami masa kritisnya, apalagi jika kamu pernah mengalaminya. Demam berdarah bisa saja akan hilang dalam waktu 24 jam dimana hal itu terjadi ketika rendahnya jumlah sel darah putih yang sekaligus menjadi pertanda. Leukosit setidaknya hanya memiliki WBC<5.000 sel mm3 atau yang lebih dikenal dengan sebutan NEW-ONSET LEUKOPENIA. Selain itu pertanda lain yang dapat diketahui adalah ketika limfositosis artinya peningkatan limfosit. Gejala terakhir yaitu meningkatnya limfosit plasma biru. Ketika seorang penderita DBD sudah sembuh dari demam, maka hal itu menandkan bahwa ia sednag memasuki fase keritisnya.

4. Dapat berujung pada komplikasi

Tentu semua orang ingin sembuh dari penyakitnya, tetapi ada saja hal yang dapat membuat orang harus berjuang melawan penyakit lain ketika penyakit awal sudah sembuh. Ya, DBD juga dapat mengakibatkan komplikasi, seperti yang kita ketahui bahwa penderita DBD akan mengalami kerusakan pembuluh darah yang dapat menyebabkan pendarahan. Ketika seorang penderita demam berdarah tidak segera mendapat penanganan, hal itu akan mengakibatkan berbagai komplikasi yang serius. Diantaranya seperti kejang, kerusakan hati, jantung, otak, paru-paru, syok bahkan hingga kegagalan pada sistem organ dan kondisi terparahnya adalah kematian.

Nah itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan seputar fakt menarik tentang demam berdarah. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan, terimakasih.