Pelaku UMKM pasti menginginkan usahanya berkembang pesat dari hari ke hari, bulan ke bulan bahkan hingga tahun ke tahun. Tetapi memang terkadang, pelaku UMKM masih terkendala dengan beberapa persoalan yang menyulitkan mereka. Semisal perurusan administrasi yang berbelit-belit. Sulitnya mendapatkan pembiayaan modal dari lembaga keuangan bank maupun non-bank.

Padahal UMKM sendiri memegang peranan paling penting dalam roda perekonomian Indonesia. Mereka yang berhasil menggerakan roda ekonomi hingga ke tingkat terkecil. Oleh karena itu sangat wajar jika UMKM disebut-sebut pilar paling penting dalam ekonomi kerakyatan.

Bagaimana tidak? UMKM selalu beraktivitas sendiri setiap hari tanpa henti-hentinya. Aktivitas di pasar didominasi oleh UMKM, warung kelontong juga UMKM, warung makan juga didominasi oleh UMKM. Fashion store dimana-mana juga masih berada dalam kategori UMKM.

Rasanya sulit sekali jika berjalan di satu kota di Indonesia tanpa adanya UMKM. Mereka sudah seperti urat nadi ekonomi Indonesia. Terbukti dengan kontribusi yang mereka berikan selama ini kepada Indonesia.

Di tahun 2018, UMKM berhasil menyerap tenaga kerja hingga 116 juta jiwa, itu merupakan 97% total lapangan kerja yang tersedia di Indonesia. UMKM sendiri juga memiliki 64 juta unit usaha, ini juga merupakan 99% dari total unit usaha yang ada di Indonesia.

Bahkan mereka memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp8 ribu trilliun. Angka itu menunjukkan 60% dari total PDB Indonesia yang menyentuh angka Rp14ribu trilliun.

UMKM sendiri juga pernah menyelamatkan bangsa Indonesia dari krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998. Seluruh UMKM di seluruh Indonesia berhasil membangun ekonomi Indonesia dan menyelamatkan ekonomi Indonesia yang pada saat itu benar-benar terpuruk.

Pemerintah Indonesia di tahun 2020 ini telah meluncurkan sebuah platform digital yang bernama Pasar Digital UMKM atau disingkat PaDi UMKM. PaDi UMKM diluncurkan melalui Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Tohir.

Saat ini sudah ada 9 BUMN yang beroperasi di PaDi UMKM, yakni PT. Telkom Indonesia yang menjadi penyedia sentral data PaDi UMKM. Sedangkan 8 lainnya menjadi top pilot di PaDi UMKM. Mereka adalah Pegadaian, Pertamina, Pupuk Indonesia, Wijaya Karya (Wika), Waskita, PP, BRI dan PNM. Khusus BRI, Pegadaian dan PNM mereka juga fokus pada persoalan pembiayaan.

UMKM yang bergabung dengan PaDi UMKM juga sudah berjumlah 27 ribu unit usaha. Mereka semua telah melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian UMKM dan juga proses screening yang dilakukan oleh tim PaDi UMKM.

Diharapkan di tahun 2021 nanti, makin banyak UMKM yang bergabung. Karena hal itu akan membuat produk barang dan jasa yang ditawarkan kepada BUMN semakin variatif.

Banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan UMKM ketika mereka bergabung dengan PaDi UMKM. Pertama, secara otomatis UMKM mereka terdaftar dan terawasi oleh Kementerian UMKM. Kedua, mereka mendapatkan proses pembiayaan yang mudah dari lembaga keuangan bank maupun non-bank. Ketiga, mereka mempunyai konsumen tetap yakni BUMN Indonesia.