lingkargrobogan.com – Wakil Bupati Grobogan, Bambang Pujiyanto, menutup Karya Bhakti Mandiri TNI (KBM) Tahap X TA. 2022 yang dilaksanakan di Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, belum lama ini.

 

Penutupan KBM ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Grobogan, didampingi Dandim 0717/Grobogan Letkol Arh Muda Setyawan. Penutupan ini sekaligus sebagai tanda diresmikannya jalan rabat beton di Dusun Peting, Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. 

 

Wakil Bupati Grobogan, Bambang Pujiyanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KBM ini. Pihaknya berharap, dalam pembangunan desa tidak hanya fokus pada infrastruktur saja, namun juga harus merambah ke bidang pendidikan dan kesehatan.

 

 

“Dengan adanya kegiatan KBM ini semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Kradenan. Dalam pembangunan desa jangan hanya fokus pada infrastruktur jalan saja, tetapi juga bidang pendidikan, kesehatan, stunting dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya. 

 

Sementara itu, Dandim 0717/Grobogan Letkol Arh Muda Setyawan mengatakan bahwa KBM ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong yang merupakan budaya warisan leluhur bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa manapun.

 

“Kebanggaan kita yaitu masih adanya budaya gotong royong di Grobogan ini, secara tidak langsung dapat menjadi alat pemersatu yang sangat kuat. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Pemkab Grobogan dan dinas terkait lainya, serta masyarakat Desa Kradenan yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini secara totalitas dan bersama sama,” ungkapnya.

Menegangkan, Ini 6 Rekomendasi Drakor Thriller di Netflix

Diketahui, terdapat dua kegiatan dalam kegiatan KBM tersebut yakni berupa fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik berupa infrastruktur jalan, rehab mushola, Pos Kamling dan jambanisasi. Sementara, nonfisik berupa penyuluhan, pembekalan pengetahuan praktis maupun masalah sosial kemasyarakatan, juga bela negara, kesadaran hukum serta sosial kemasyarakatan. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Koran Lingkar)